Jumat, 19 Maret 2010

makalah dasar dan tujuan akidah islam

BAB I
DASAR DAN TUJUAN AKIDAH ISLAM

A. Dasar aqidah islam
Akidah menurut bahasa adalah berasal dari kata Al-’aqdu yang berarti ikatan, At-Tausiku yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, Al-Ihkamu artinya mengukuhkan/ menetapkan, dan Ar-Robtu biquwwah yang berarti meningkat yang kuat.
Menurut istilah, akidah islam adalah ajaran tentang kepercayaan yang teguh terhadap ajaran yang meliputi kemaha Esaan Allah SWT (tauhid) dan segala ajaranya, yang tercakup kedalam rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat,iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepeda hari kiamat, dan iman kepada qohdo dan qodhar.
Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa dasar akidah islam adalah rukun iman yang enam. Yaitu: iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada rasul, iman kepada kitab, iman kepada hari kiamat, iman kepada Qodho (takdir baik) dan Qodhar (takdir buruk)

1. Beriman kepada Allah SWT
Akidah yang mendasar adalah beriman kepada Allah, beriman kepada Allah berarti keyakinan teguh akan wujud Allah, bahwasanya dia adalah Rabb dan pemilik segala sesuatu, hanya Dia sang pencipta dan hanya dia yang berhak disembah (diibadahi) tidak ada sekutu baginya.ungkapan pada kata tauhi, (laailaahaillallah), pada kata ilah, tidak hanya mengandung kataTuhan, akan tetapi juga mengandung makna”yang ditaati”. Oleh karenanya berakidah tauhid tidak hanya mengakui adanya Allah yang Esa, yang menciptakan segala sesuatu, akan tetapi harus juga taat kepada apa yang diperintahkan dan apa yang dilarangnya.
Tauhid adalah ajaran yang dibawak oleh para Nabi mulai Nabi Adam As sampai pada nabi Muhammad Saw. Ajaran yang dibawa nabi semuanya adalah ajaran tauhid, yaitu agar semua manusia agar menyembah kepada Allah dengan tidak mempersekutukanya.Dialam ini tidak ada yang panatas dijadikan sebagai tuhan selain Allah. alQur’an menegaskan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mempersekutukanNya;





Artinya; Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar.(Q.S An-Nisa; 48)
Allah adalah tuhan sekalian alam hanya Allahlah yang Esa, tidak pernah mempunyai anak dan tidak pernah beranak, serta tidak ada sesuatu apapun yang sama dengan dia, sebagaimana ditegaskan dala Qur’an Surat Al-Iklhas;




Artinya; Katakanlah Dialah Allah yang maha Esa. Allah SWT tuhan yang bergantung pada tiap-tiap sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan dia (Q.S al-Ikhlass; 1-4).
Jika diantara langiot dan bumi ini ada tuhan selain Allah maka keduanya antara langit dan bumi ini akan hancur binasa.
2. Beriman kepada para malaikat

Malaikat adalah mahluk ghoib ciptaan Allah yang di ciptakan dari cahaya, mereka dianugrahkan sifat kepatuhan, dan selalu taat kepada Allah atas apa yang telah Allah perintahkan kepadanya, oleh karena itu malaikat tidak pernah durhaka atas apa yang telah aAllah perintahkan kepadanya.
Allah berfirman;



Artinya; ”malaikat itu tidak mendurhakai Allahterhadap apa yang diperintahkan kepadanya dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(Q.S; At-tahrim: 6)

Beriman kepada malaikat cukup dnagan hal-hal sebagai berikut;
a) Beriman dan mempercayai akan wujudya(keberadaan) mereka.
b) Beriman dan mempercayai para malaikat yang telah diajarkan namanya kepada kita, yaitu 10 malaikat. Sedangkan para malaikat yang kita tidak mengetahui namanya, maka kita hanya mengimani secara menyeluruh.
c) Beriman kepada sifat-sifat malaikat, misalnya ketika malaikat jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi, malaikat itu dengan izin Allah bisa berubah-rubah.
d) Beriman dan mempercayai tugas-tugas yang nereka lakukan. Seperti menyampaikan wahyu, mencatat amal baik dan buruk manusia, menanyai mayat dalam kubur, menjaga pintu neraka, menjaga pintu surga, menyabut nyawa dan meniup terompet sangkakala, dan lain sebagainya.

3. Beriman kepada kitab-kitab Allah

Beriman kitab kepada kitab-kitab Allah SWT adalah meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah SWT memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya; yang benar-benar merupakan kalam (firman,ucapan)-Nya.Kitab-kitab itu adlah cahaya dan petunjuk dari Allah SWT.Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:





Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman,tetaplah beriman kepada Allah SWT, rasul-Nya dan kitab-Nya yang diturunkan kepada rasul-Nya,serta kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi sebelumnya.barang siapa yang ingkar terhadap Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabny, rasul-rasulNya, dan hari akhir, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sangat jauh. (Q.S An-nisa;136)

Alqur’an merupakan kitab penyempurna dari kitab sebelumnya, seluruh kitab yang dahulu semuanya tergabung dalam kitab alqur’an. Alqur’an adalah kalam Allah yang diturunkan, bukan makhluk, akan tetapi berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya.
Beriman kepada kitab Allah SWT mengandung empat unsur, yaitu:
a) mengimani kepada kitab-kitab itu benar-benar diturunkan dari Allah.
b) Mengimani kitab-kitab yang sudah kita kenali, seperti Al-Qur’an, taurad, injil, dan zabur.
c) Membenarkan berita yang ada didalam alqur’an dan kitab-kitab yang terdahulu yang tidak bertentangan dengan Alqur’an.
d) Tunduk dan mengerjakan apa yang diperintahgkan didalam alquran dan apa yang dilarang oleh alqur’an, karena perintah bdan larangan yang ada didalam alqur’an itu adalah perintah dan larangan Allah SWT.

4. Beriman kepadapara nabi dan Rasul
Rasul adalahsetiap orang yang mendapat wahyu agama dan mendapat perintah untuk menyampaikanya. Nabi yang pertama adalah Adam As, dan yang terahir adalah nabi Muhammad Saw.
Allah SWT beer firman;








Artinya; hatakanlah hai orang-orang mukmin. Kami beriman kepada Allah SWT dan apa yang diturunkan kepada kami dan apayang ditrurunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, yaqub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dab Isa serta apa yng diberikan kepada nabi-nabi dari tuhannya. Kami yidak membedakan seorangpun diantara merekadan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya.(QS. Al-Baqarah; 136)

Allah SWT selalu mengutus nabi dan rasuluntuk membimbing mereka pada jalanyaatau yang meneruskan ajaran nabi dan rasul yang diturunkan sebelumya.para rasul Allah SWT adalah manusia biasa, akan tetapi dia adalah manusia terbaik dan pilihan Allah. Para nabi dan rasul mendapat derajat nabi dan rasul bukan dengan usaha mereka akan tetapi Allahlah yang mengangkat derajat mereka.
Beriman kepada nabi dan rasul meliputi hal-hal sebagai berikut;
a) mempercayai bahwa kerasulan mereka adalah benar, dan barang siapa yang menginkari salah satu dari mereka berarti orang tersebut mengingkari seluruh nabi dan rasul.
b) Membenarkan berita-berita yang sahih tentang mereka
c) Mengamalkan ajaran (syariat) rasul yang terahir dari mereka, yaitu rasul yang diutus kepada setiap umat manusia, yaitu nabi Muhammad Saw.


5. Beriman Kepada Hari Kiamat

Hari kiamat adalah hari dimana Allah SWT menghancurkan manusia danseluruh ciptaanya dan membangkitkan manusia kembali untuk dihisab dan diberi balasan. Sesudah terjadinya hari kiamat, maka ditetapkan golongan ahli surga dan ahli neraka. Allah SWT berfirman;






Artinya; maka apabila sekali sangkakala ditiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu keduanya dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. (QS. Al-Haqqah; 13-16)

Makna beriman kepada hari kiamat adalah percaya dan membenarkan dengan keyakinan yang pasti akan datangnya dan beramal salah untuk menghadapinya.
Beriman kepada hari kiamat meliputi empat hal yaitu;
a) Beriman dan mempercayai akah adanya kebangkitan sesudah kematian.
b) Percaya akan adanya balasan atas semua perbuatan, sebagaimana Allah jelaskan dalam Qur’an surat Al-Zalzalah ayat 7-8;
c) Beriman dan mempercayai akan adanya surga dan neraka.
d) Beriman kepada sesudah terjadsinya kematian, yaitupertanyaan malaikat sesudah sesorang dikubur dan azab kubur.

6. Beriman Kepada Takdir (Qada Dan Qadar)
Takdir adalah ketetapan Allah terhadap alam semesta, pencatatan dan kehendaknya, dan penciptaan dari segala sesuatu tersebut. Allah SWT berfirman;





Artinya; tiada bencanapun yang menimpa bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan sudah tertulis dalam (lauhul mahfuz) sebelum kami ciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah SWT. (QS. Al-Hadid; 22)
Beriman kepada takdir adalah percaya dan menyakini seyakin-yakinyabahwa Allah SWt telah mengetahu apa yang sedang dan akan terjadi. Setiap apa yang terjadi di langit dan bumi ini semuanya tidak pernah terlepas dari catatanya, termasuk segala perbuatan baik dan buruk manusia.
Oleh karena itu orang-orang yang beriman kepada qada dan qadar mereka merasakan ketentraman dan kedamaian jiwa.


B. Tujuan akidah islam
Dengan adanya pondasi akidah islam seperti yang telah dipaparkan diatas,tujuan yang dicapai adalah;
1. Melluruskan dan mengikhglaskan niat dan ibadah kepada Allah SWT. Karena dia adalah pencipta yang tidak ada sekutu baginya, tujuan dari ibadah hanya diperuntukan kepada Nya.
2. Membebaskan akal dan pikiran dari kosongnya hati.
3. Ketenangan jiwa dan pikiran.
4. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah kepada Allah SWT. Dasar dari ibadah ini dalah adalah mengimani para rasul mengikuti jalan merekan yang lurus.
5. Bersungguh-sungguh dalam beramal baik dengan mengharapbalasan dari Allah SWT, serta menjauhi perbuatan dosa karena takut akan balasanya.
6. Mencintai umat yang kuat serta menjalin rasa kesatuan yang kuat sesama umat, dan berjuang menegkkan agama Allah.
7. Meraih kebahagiaan dunia dan akherat dengan beramal sholeh demi meraih pahala dan kemuliaan.

C. Hubugan Iman, Islam Dan Ikhsan
Iman, islam, dan ikhsan merupakan suatu bagian yang tidak bisa di pisahkan antara satu dengan lainya. Hal ini dijelaskan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan ole imam muslim yaitu;
































Artinya: Dari Umar r.a. beliau berkata ” pada suatu hari ketika kami duduk didekat Rasulullah SAW tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalalan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk dihadapan Nabi, lalu menempelkan kedua lututnya kelutut Nabidan meletakkan kedua tanganya diatas kedua pahanya kemudian berkata; ”wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam, Rasulullah menjawab, islam yaitu hendaklah kamu mengucapkan tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya muhammad adalah ututsan Allah, hendaklah kamu mendirikan sholat, membayar zakat, menunaikan puasa dibulan ramadhan dan mengerjakan haji jika kamu orang yang mampu, orang itu berkata engkau benar, kami heran dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkan. Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman. Rasulullah menjawab; hendaklah kamu beriman kepada Allah, keppada malaikat Nya, kitab-kitab Nya, rasul-rasul Nya, hari akhir, dan hendaklah kamu beriman kepada qada dan qadar, orang tadi berkata engkau benar, lalu orang itu bertanya lagi; lalu terangkanlah kepadaku tentang ikhsan, beliau menjawab, hendaklah engkau beribadah seolah-olah engkau melihatnya, namun jika engkau tidak dapat beribadah seolah-olah melihatnya, sesungguhnya Ia melihat engkau, orang itu berkata lagi, beritahukanlah kepada kami tentang hari kiamat, beliau menjawab, orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya, orang itu kemudian berkata lagi; beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya, beliau menjawab, apabila budak melahirkan tuanya, dan orang-orang baduwi yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi mengembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan, kemudian orang itu pergi, dedang aku tetap tinggal beberapa saat lamanya, lalu nabi bersabda, ”wahai Umar! Tahukah engkau siapa orang y6ang bertanya itu, aku menjawab, Allah dan Rasulnyalah yang lebih tahu, lalu beliau bersabda; ”dia adalah Malaikat Jibril yang yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim)
Dari hadis diatas, menunjukan bahwa iman, islam, dan ikhsan, yang semuanya disebut ad-din/ agama yang mencakup 3 tingkatan, islam, iman dan ikhsan.
1. Tingkatan islam, yaitu mencakup rukun iman yang lima.
2. Tingkatan iman yaitu mencakup rukun iman yang lima
3. Ikhsan adalah sikap menyembah kepada Tuhanya dengan penuh mengharap dan keinginan, seolah olah engkau melihatnya, dan inilah derajat ikhsan yang sempurna, akan tetapi jikAa kita tidak dapat beribadah seakan-akan engkau melihatnya, maka ibadah kita merasa takut dan cemas akan siksanya, jadi tingkatan ikhsan mencakup perkara lahir dan batin,
Dari uraian diatas jelas perbedaan antara islam, iman, dan ikhsan yaitu islam adal perihal ibadah (jasmaniah), iman prihal tentang keyakinan (rohaniah), dan ikhsan yaitu mencakup kedua-duanya (lahir maupun batin)

Kesimpulan
Akidah islam adalah keyakinan yang kuat dan kokoh.
akidah islam adalah ajaran tentang kepercayaan yang teguh terhadap ajaran yang meliputi kemaha Esaan Allah SWT (tauhid) dan segala ajaranya, yang tercakup kedalam rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat,iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepeda hari kiamat, dan iman kepada qohdo dan qodhar.
DAFTAR PUSTAKAAN,

Imam Nawawi, 1992. 40 Hadist Pilihan Terjemah Hadist Arba’in Annawawiyah, Husaini Bandung.Husaini; Bandung
Junaidi Hidayat, KTSP 2008, akidah akhlak Mts kelas 1, Erlangga; Bandung
Departemen agama, 2004 Akidah Akhlak Mda Kelas IV
Al-Ally, 2000; Al-Qur”An Terjemahan,Diponegoro, Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar